الشَّجَرَةُ تُفَاحٌ وَ الطاِفْلُ

July 22nd, 2007 by neospezia

الشَّجَرَةُ
تُفَاحٌ

وَ الطاِفْلُ

Pohon Apel dan Anak Kecil

 

فِي قَدِيْمِ الزَّمَانِ … كَانَ هُنَاكَ شَجَرَةٌ تُفَاحٌ
ضَخْمَةً
..
Pada zaman dahulu ada sebuah pohon apel yang lebat
وَ كَانَ
هنُاَكَ طِفْلٌ صَغِيْرٌ يَلْعَبُ حَوْل
َهَذِهِ الشَّجَرَةِ
كُلَّ يَوْمٍ
..
Seorang anak kecil sering bermain-main di sekitar pohon apel itu setiap
hari

كَانَ يَتَسَلَّقَ
أَغْصَانَ الشَّجَرَةِ وَيَأْكُلَ مِنْ ثَمَارِهَا,
ثُمَّ يَغْفُو قَلِيْلاً
لِيَنَامِ فِي
ظِلِّهَا ..

Dia suka memanjat dahan-dahan pohon itu dan
memakan buah-buahannya, kemudian beristirahat di bawah naungannya

كَانَ يُحِبَّ الشَّجَرَةََ وَكَانَتِ الشَّجَرَةُ تُحِبَّ
أَنْ تَلْعَبَ مَعَهُ
..
Anak itu sangat menyayangi pohon apel itu dan pohon apel itu senang
bermain-main dengan anak itu

مَرَّ
الزَّمَن… وكَبِرَ
الطِّفْلُ
Waktu berlalu…anak itu kini tumbuh menjadi seorang remaja 
وَأَصْبَحَ
لاَ يَلْعَبُ حَوْلَ الشَّجَرَةِ كُلَّ يَوْمٍ

Dan tiba-tiba dia tidak lagi bermain di sekitar pohon itu di setiap harinya
فِيْ يَوْمِ
مِنَ اْلأَيَّامِ … رَجَعَ الصَّبِيُ وَكَانَ
حَزِيْنًا…!

 
Suatu hari,anak
itu datang dan dia merasa sangat sedih

فَقَالَتْ
لَهُ الشَّجَرَةُ: تَعَالْ وَالْعَبْ مَعِيْ

Pohon apel itu berkata: Kemarilah dan bermain denganku

فَأَجَابَهَا الْوَلَدُ: لَمْ أَعد صَغِيرًا لِأَلْعَبَ
حَوْلِكَ

Anak itu menjawab: Aku bukan anak kecil lagi yang bermain-main di sekitarmu
أَنَا أُرِيْدُ
بَعْضَ اللَّعْبَ وَأَحْتَاجُ بَعْضَ النُّقُوْدِ لِشِرَائِهَا

Aku menginginkan beberapa mainan dan aku perlu uang untuk membelinya
فَأَجَابَتْهُ
الشَّجَرَةُ:
أَنَا لاَ يُوْجَدُ مَعِيَ نُقُوْدُ
!!!
Pohon itu menjawab:Aku tidak punya uang
وَلَكِنْ
يُمْكِنُكَ أَنْ تَأْخُذَ كُلَّ التُّفَاحِ الَّذِيْ لَدَيَّ
لِتَبِيْعَهُ ثُمَّ
تَحْصِلُ عَلَى

النُّقُوْدِ
الَّتِيْ تُرِيْدُهَا

Akan tetapi kamu bisa mengambil seluruh pohon apel yang ada padaku untuk
dijual kemudian kamu dapat mendapatkan uang yang kamu inginkan..

اَلْوَلَدُ
كَانَ سَعِيْدًا لِلْغَايَةِ

Anak itu sangat senang sekali…
فَتَسَلَّقَ
الشَّجَرَةَ وَجَمَعَ كُلَّ ثَمَار التُّفَاحِ
الَّتِيْ عَلَيْهَا
وَغَادَرَ سَعِيْدًا

Dia memanjat pohon itu dan mengumpulkan seluruh buah apel yang ada kemudian
meninggalkan pohon itu dengan senangnya..

لَمْ يَعُدْ
الْوَلَدُ بَعْدَهَا
..
Dia tidak pernah kembali lagi sesudahnya
فَأَصْبَحَتِ
الشَّجَرَةُ حَزِيْنَة

Pohon itu kembali sedih…
وَذَاتَ
يَوْمٍ عَادَ الْوَلَدُ وَلَكِنَّهُ أَصْبَحَ رَجُلاً
…!!!
Suatu hari anak itu kembali lagi dan kini dia menjadi seorang laki-laki
yang telah dewasa

كَانَتْ الشَّجَرَةُ فِي
مُنْتَهَى السَّعَادَةِ لِعَوْدَتِهِ وَقَالَتْ لَهُ: تَعَالْ وَالْعَبْ مَعِي

Tak terhingga rasa sukacita pohon apel itu atas kembalinya sang anak, dan
dia berkata kepada pemuda itu: Kemarilah dan bermain denganku

وَلَكِنَّهُ
أَجَابَهَا: لاَ يُوْجَدُ
وَقْتُ لَدَيَّ
لِلَعْبِ .. فَقَدْ أَصْبَحْتُ رَجُلاً مَسْؤُوْلاً عَنْ

عَائِلَةٍ
Tetapi sang pemuda itu menjawab: Aku tidak punya waktu untuk
bermain-main..aku telah dewasa dan aku harus mengurus keluargaku

وَنَحْتَاجُ
لِبَيْتٍ يُؤْوِيْنًا

Dan kami memerlukan sebuah rumah untuk tempat tinggal
هَلْ يُمْكِنُكَ
مُسَاعَدَتِيْ ؟

Dapatkah kamu menolongku?
آسِفَةْ!!!
Maafkan aku, jawab pohon apel..
فَأَنَا
لَيْسَ عِنْدِيْ بَيْتٌ وَلَكِنْ يُمْكِنُكَ أَنْ تَأْخُذَ جَمِيْعَ أَغْصَانِيْ لِتَبْنِي

بِهَا بَيْتاً
لَكَ
Aku tidak punya rumah, tetapi kamu dapat mengambil seluruh dahanku dan
membangun rumahmu dengannya

فَأَخَذَ
الرَّجُلُ كُلَّ اْلأَغْصَانِ وَغَادَرَ وَهُوَ سَعِيْدٌ

Maka laki-laki itu mengambil seluruh dahan pohon itu, kemudian
meninggalkannya dengan sukacita..

كَانَتِ الشَّجَرَةُ مَسْرُوْرَةً لِرُؤْيَتِهِ سَعِيْدًا
… لَكِنِ
الرَّجُلُ لَمْ
يَعُدْ إِلَيْهَا
..
Pohon itu sangat bahagia melihat pemuda itu bahagia, namun sang pemuda tak
kunjung kembali lagi kepadanya

فَأَصْبَحَتِ
الشَّجَرَةُ وَحِيْدَةً وَ حَزِيْنَةً مَرَّةً أُخْرَى

Pohon itu kembali sendirian dan sedih untuk kesekian kalinya
وَفِي يَوْمٍ
حَارٍ مِنْ اَيَّامِ الصَّيْفِ

Suatu hari di musim panas..

عَادَ الرَّجُلُ .. وَكَانَتِ الشَّجَرَةُ فِيْ مُنْتَهَى
السَّعَادَةِ
….
Laki-laki itu datang lagi, dan pohon apel itu sangat senang tak terhingga
فَقَالَتْ
لَهُ الشَّجَرَةُ
: تَعَالْ وَالْعَبْ
مَعِيْ

Pohon itu berkata kepada laki-laki itu: Kemarilah dan bermain denganku
فَقَالَ
لَهَا الرَّجُلُ لَقَدْ تَقَدَّمْتُ فِي السِّنّ… وَأُرِيْدُ أَنْ أَبْحَرَ لِأَيِّ
مَكَانَ

لِأَرْتَاح
Laki-laki itu berkata: Usiaku sudah lanjut, dan aku perlu sebuah perahu
untuk berlayar ke suatu tempat untuk beristirahat

فَقَالَ
لَهَا الرَّجُلُ: هَلْ يُمْكِنُكَ إِعْطَائِيْ مَرْكَبًا

 Laki-laki itu berkata kepada pohon
apel: Apakah kamu dapat memberiku sebuah kendaraan untuk berlayar ?

فَأَجَابَتْهُ:
خُذْ
جِذْعِيْ لِبِنَاءِ مَرْكَبْ… وَبَعْدَهَا يُمْكِنُكَ أَنْ
تَبْحَرَ بِهِ بَعِيْدًا

وَتَكُوْنُ
سَعِيْدًا

Pohon apel itu menjawab: Ambillah batang pohonku untuk membuat sebuah
kendaraan, dan kemudian kamu dapat berlayar jauh dengannya

فَقَطَعَ
الرَّجُلُ
جِذُعَِ الشَّجَرَةِ وَصَنَعَ مَرْكَبًا!!!
Kemudian laki-laki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat sebuah
kendaraan…!!

فَسَافَرَ
مَبْحَرًا وَلَمْ يَعُدْ لِمُدَّةِ طَوِيْلَةً
……………………
Laki-laki itu kemudian berlayar dan tidak kembali lagi untuk waktu yang
sangat lama

أَخِيْرًا عَادَ الرَّجُلُ بَعْدَ غَيَابِ
طَوِيْلٍ
……..
Akhirnya, laki-laki itu kembali lagi setelah sekian lama pergi

وَلَكِنِ الشَّجَرَةُ قَالَتْ لَهُ : آسِفَةْ يَا بُنَيَّ
.. لَمْ يَعُدْ عِنْدِيْ أَيُّ شَئٍْ
أَعْطِيْهِ لَكَ
Tetapi pohon apel itu berkata kepadanya: Maafkan aku, anakku…tidak ada
yang tersisa padaku untuk dapat kuberikan kepadamu

وَقَالَتْ
لَهُ:لاَ يُوْجَدُ تُفَاحَ

Pohon itu berkata meratap: Tidak ada lagi buah apel..
قَالَ لَهَا:
لاَ عَلَيْكَ لَمْ يَعُدْ عِنْدِيْ أَيُّ أَسْنَانِ
لِأَقْضَمَهَا بِهَا
Laki-laki itu berkata kepada pohon apel itu: Tidak apa-apa, aku sudah tidak
punya gigi untuk mengunyahnya..

لَمْ يَعُدْ
عِنْدِيْ جِذْعُ لِتَتَسَلَّقَهُ

Tidak ada lagi batang pohon yang dapat kamu panjat..
فَأَجَابَهَا
الرَّجُلُ لَقَدْ أَصْبَحْتُ عَجُوْزًا وَلاَ أَسْتَطِيْعُ الْقِيَامَ بِذَلِكَ
!!!

Laki-laki itu menjawab: Aku telah lemah dan tidak sanggup lagi melakukan
hal itu

قَالَتْ: أَنَا فَعْلاً
لاَ يُوْجَدُ لَدَيَّ مَا أَعْطِيْهِ لَكَ

Pohon itu berkata: Sungguh, tidak ada lagi padaku yang dapat kuberikan
kepadamu…

قَالَتْ
وَهِيَ تَبْكَى .. كُلُّ
مَا تَبْقَى لَدَيَّ
جُذُوْرٌ مَيْتَةٌ

Pohon apel itu berkata lagi, dan dia menangis..: Yang tersisa padaku hanya
seonggok sisa akar yang telah membusuk…

فَأَجَابَهَا:
كُلُّ مَا أَحْتَاجُهَُ الْآنَ هُوَ مَكَانٌ لِأَسْتَرِيْحُ فِيْهِ

Laki-laki itu menjawab: Yang kubutuhkan sekarang adalah tempat untuk
beristirahat…

فَأَنَا
متعب بَعْدَ كُلِّ
هَذِهِ
السِّنِيْنَ

Aku sangat lelah dan capai setelah semua tahun-tahun yang telah berlalu
فَأَجَاَبَتْهُ:
جُذُوْرُ الشَّجَرَةِ الْعَجُوْزِ هِيَ أَنْسَبُ مَكَانِ لََكَ

لِلرَّاحَةِ
Maka pohon itu menjawab: Sisa batang pohon yang telah lemah adalah tempat
terbaik untuk beristirahat..

تَعَالْ
.. تَعَالْ وَاجْلِسْ مَعِيْ لِتَسْتَرِيْحُ

Kemarilah..kemarilah dan duduklah denganku untuk beristirahat
جَلَسَ
الرَّجُلُ إِلَيْهَا
كَانَتِ الشَّجَرَةُ
سَعِيْدَةً … تَبَسَّمَتْ والدُّمُوْعُ تَمْلَأُ

عَيْنَيْهَا
Laki-laki itu duduk di sisa batang pohon yang telah mulai membusuk
itu…pohon itu sangat bahagia..dia tersenyum dan air mata memenuhi matanya…

هَلْ تَعْرِفُ
مَنْ هِيَ هَذِهِ
الشَّجَرَةُ؟
Tahukah kamu siapa pohon itu?
إِنَّهَا
أَبَوَيْكَ
!!!!!!!!!!!

Dialah
kedua orang tuamu..!!


Betapa banyak pengorbanan kedua orang tua kita
demi kebahagiaan hidup kita, meskipun itu harus mengorbankan segala apa yang
ada pada diri mereka. Kemudian, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya?
Seiring waktu, seringkali kita kemudian melupakan segala pengorbanan tersebut.
Ketika kita dewasa, seringkali bahkan urusan dan pekerjaan kita membuat kita
lupa kepada orang tua kita. Kadang kita hanya pulang hanya ketika kita
membutuhkan sesuatu dari mereka, atau sekedar rutinitas, atau mungkin hanya
ketika kita merasa kangen dengan mereka, yang itu mungkin sangat jarang sekali.
Fikirkanlah bahwa mereka juga merasa rindu dengan anak yang telah bersama
mereka sejak pertama kehadirannya di dunia.

Orang tua adalah salah satu kunci surga.
Rasulullah bersabda bahwa seseorang yang orang tuanya masih hidup, namun dia
tidak dapat meraih surga, adalah orang yang sangat rugi.

Jika saat ini kedua orang tua kita masih hidup,
maka inilah saat yang tepat untuk evaluasi bakti kita kepada mereka.
Kebahagiaan kita adalah kebahagiaan mereka, maka jadikan juga sebaliknya,
kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita, maka ridha Allah insya Allah akan
terlimpah atas kita…

 

 

(setelah nulis ini, bener2 semakin ingin
pulang….)

Shalat ayam

July 17th, 2007 by neospezia

Aku ingat beberapa penggal
masa kecilku dulu. Masa-masa di sekolah dasar. Mulai sekitar kelas
tiga SD, aku udah membiasakan diri untuk sholat, sebelum itu
sebenarnya aku udah sering sholat sih, tapi waktu itu masih
tergantung mood dan paksaan dari ortu.

Aku gak tahu parameter apa
yang dipake oleh orang dewasa untuk menilai sholat seseorang. Mereka
bilang sholatku sangat cepat. Aku pikir, aku telah melakukan gerakan
sholatku dengan cukup standar, setidaknya untuk standar anak-anak.
Meski bacaanku cepat, tapi Al-Fatihahku gak terlewat satu ayat pun.
Bacaan tasbih dalam ruku’ dan sujud kubaca tiga kali, meskipun
dalam ritme yang sama, cukup cepat. Pernah aku sedikit memperlambat
kecepatan bacaanku dan gerakanku. Dan setelah sholat, aku masih
mendapati komentar yang sama dari seorang bapak di sebelahku,
“ekspress betul sholatnya….”

Sebenarnya aku gak punya
kebiasaan memperhatikan sholat seseorang. Tapi semenjak di bangku
kuliah, aku begitu sering berinteraksi dengan sholat orang lain,
maskudku aku sering menjadi makmum (aku membiasakan sholat berjamaah
semenjak aku kuliah), aku sering menjadi imam di musholla asrama, aku
sering berada di musholla dan masjid yang jamaahnya padat (musholla
asrama dan masjid kampus okupansi jamaahnya tinggi juga), dan
sebagainya.

Bukan karena dendam kalo aku
memperhatikan durasi sholat seseorang. Tapi aku sangat heran dengan
mereka yang sholatnya sangat cepat. Kadang aku perhatikan seeorang
yang sholat sangat cepat.  Kucoba mengikuti bacaannya dengan ritmeku
yang paling cepat, dan ternyata sebelum aku menyelesaikan Fatihahku,
orang itu udah ruku’. Aneh. Kucoba untuk mengikuti bacaan tasbih
ruku’ orang itu, dan sebelum aku menyelesaikan tasbih pertama atau
kedua, orang itu udah bangkit I’tidal. Orang ini sholatnya baca apa
sih? Pun demikian ketika aku mencoba mengikuti bacaan lainnya, dengan
ritme tercepat yang kubisa. Ritme yang aku pake untuk mengejar bacaan
orang itu sama dengan atau  bahkan lebih cepat dari ritmeku pada masa
kanak-kanak dulu.

Orang itu tetap menang
dariku.

Orang itu orang dewasa. Dan
mereka bukan hanya satu orang. Salah satu yang kutemui bahkan punya
background institusi pendidikan keagamaan yang sangat populer, dan
secara pribadi dia dikaruniai Allah otak yang cemerlang. Cum Laude,
Jack.

Kata
temanku seperti burung pelatuk.
Ruku dan
sujud begitu cepat. Tuk…tuk..tuk.

Trus,
napa sih sok merhatiin orang? Itu kan urusan dia.

Dalam
rukun dan
syarat sah sholat emang gak
diatur berapa raka’at per menit kecepatan minimal sholat yang sah.
Tapi setahuku ada yang namanya thuma’ninah, berhenti sebentar setelah
bacaan di waktu ruku’, i’tidal dan beberapa tempat lain. Selain itu,
bahasa Arab mirip-mirip bahasa Jepang. Kata-kata dengan bacaan
panjang bisa berbeda artinya dengan kata dengan bacaan pendek. Aku
rasa negosiator, orator dan pakar debat dari arab yang sering ngomong
cepat juga faham tentang hal itu.

Ya emang
urusan dia sih. Cuma rasanya aneh aja
.

Nah kalo
misalkan dia itu public figure, jadi tambah repot deh.

Yah, moga aja gak ada yang menjadikan cara sholatnya sebagai teladan.

Yah,
udahlah. Semoga Allah senantiasa menerima
sholat kita sebagai investasi di akhirat. Dan…kondisi item
investasi harus bagus dong.

                                                                                                       JMMI, 25 Juni 2005

                                                                                                                Repost: 18 Juli 2007

 

Nasheed

July 16th, 2007 by neospezia

nAShEEd

 

    Nasyid memang kontroversial. Sebagian melarang, sebagian tidak membolehkan.
Loh, mana kontroversinya? Nah, itu tadi baru sebagian. Sebagian lagi
membolehkan dalam batas-batas syari’at tertentu, dan sebagian lagi malah
menganjurkan, dengan asumsi bahwa itu lebih baik daripada musik jenis lain yang
banyak beredar.

    Nasyid memang sudah banyak sekali mengalami pergeseran (pergeseran atau
perkembangan?). Dari yang awalnya hanya jenis musik acapella saja, sekarang
sudah merambah jenis genre lain. Mau nyari nasyid yang model gimana, mas? Nasyid
jenis pop, techno, musical, orchestra, bahkan rap pun semua deh ada di sini.
Malah sekarang nasyid-nasyid acapella
seperti zaman awalnya sudah tak lagi beredar dan tak lagi banyak diminati.

    Nasyid memang sudah banyak sekali mengalami pergeseran (pergeseran atau
perkembangan?). Dan pergeseran ini kadangkala memang patut dipertanyakan,
bahkan secara general sekalipun.

    Dari sisi nasyidernya misalkan. Nasyider cewek (munsyidah) tentu akan menimbulkan
lebih banyak mudharat. Keberadaannya saja sudah memicu friksi di kalangan umat.
Dan suara yang ditimbulkan bisa merusak hati para ikhwan pendengarnya, meskipun
hanya sehalus sebuah core fiberglass multimode. Jangka panjangnya, fiberglass
ini bisa menebal setebal tali kapal. Apalagi jika diiringi instrumentalia nan syahdu,
duh, bisa rontok deh hati si ikhwan.

    Jika dari suaranya saja sudah bikin friksi dan kontroversi, jangankan lagi
jika nasyid model gini divideo klipkan. Dan jika nasyidernya adalah artis ngetop
yang biasa menyanyikan lagu jenis lain, tentu bisa membawa kerusakan yang lebih
luas lagi, karena bisa jadi akan membawa pendengarnya untuk menapaki karya
nasyidernya dari musik-musik jenis lain yang lebih syubhat lagi.. Taruhlah nasyid-nasyid
yang dibawakan Ria Warna, Dea Amanda, duet Anang-Krisdayanti, Siti Nurhaliza.
Mungkin maksud mereka baik, dan saya percaya mereka orang baik-baik. Namun
kadangkala kebaikan sesuatu itu relatif, seperti perintah perang yang turun
pada zaman nabi, kerelatifannya diabadikan Allah dalam Al-Baqarah 216. Jika
memang nasyid itu boleh, tentu akan lebih aman jika mengambil nasyid yang
dibawakan oleh munsyid, dan bukan munsyidah.

    Sisi lain adalah liriknya. Beberapa nasyid menyeru kepada Allah seakan
tanpa beban. Menyeru Allah seakan memanggil temen-temen ce esan. Tentu saja, seperti
batas kesopanan lainnya, ini juga relatif. Tetapi, jika memang nasyid itu
boleh, tentu akan lebih aman jika mengambil batas kesopanan tertinggi. Ada juga
kesalahan lingusitik dalam lirik. Taruhlah sebuah nasyid yang dibawakan Opick
feat Amanda dengan menyelipkan kata-kata arab di liriknya. Alhamdulillah, wa
syukuurillah
. Ini adalah kesalahan lirik linguistik. Alhamdulillah memenuhi
kaidah bahasa Arab, dan merupakan dzikir yang baik untuk diamalkan, selain juga
merupakan ayat Al-Qur’an. Namun syukuurillah, tidak memenuhi kaidah
bahasa Arab, dan tidak ada dalam Al-Qur’an. Mungkin nasyidernya ingin
menyatakan sebuah pujian kepada Allah dengan menggunakan bahasa Arab, namun kemudian
pengungkapannya lebih menggunakan perasaan (rasanya….). Maka jadilah bahasa
Arab blasteran Indonesia. Syukurillah lebih mirip kata sukurilah, kalimat
Indonesia yang menyatakan perintah untuk bersukur. Yang memenuhi kaidah Arab
adalah Asysyukrulillah, dengan mensyiddahkan syin (karena kemasukan alif lam syamsiyah),
mematikan kaf dan mendhammahkan ra’, yang bermakna menyatakan bahwa syukur (sebagaimana
puji) bagi Allah. Kalimat syukur ini tidak terlalu populer di negeri ini,
meskipun banyak beredar di negeri asalnya. Meskipun, saya juga tidak tahu
apakah kalimat ini disyariatkan atau tidak, dan pengucapannya mendapat pahala
atu tidak, seperti halnya lafadz Alhamdulillah. Jadi seharusnya lirik yang pas
adalah Alhamdulillah, wasysyukrulillah. Terserah pembaca mungkin menganggap ini
hanya hal sepele atau memang hal yang mengganjal. Tulisan ini hanya sekedar
tawashou bil haq, Insya Allah.

    C’C’ Line (sisi lain) dari nasyid kontoversi adalah video klipnya. Kadang
video klip tidak terlalu memperhatikan syariat, apalagi syariat yang sudah
banyak ditinggalkan. Saya pernah melihat video klip nasyid yang dibawakan solo oleh
salah seorang anggota grup nasyid ternama. Dalam salah satu adegannya, dia berakting
meminum minuman kaleng dengan berdiri dan bersandar di pintu, seperti pose
dalam video klip boysband barat. Semoga itu hanya kebelum tahuan mereka saja.

    Keberadaan kelompok musik ternama (yang biasanya membawakan lagu bertemakan
cinta) dalam dunia nasyid memberi warna yang lebih semarak. Sebut saja GIGI,  Warna, Chrisye, dll. Keberadaan mereka dalam
dunia nasyid mungkin bisa saja memberi sedikit warna ruhiyah bagi penggemar
mereka. Namun kalaupun keberadaan mereka dalam dunia musik amphibi (dua dunia) seperti
ini diperbolehkan, maka tetap saja secara psikologis sebenarnya segmentasi
mereka adalah kalangan awam, untuk kemudian membawa mereka ke level lebih
menengah. Jika ada kalangan yang pemahaman tarbiyahnya sudah cukup baik ikut mengkonsumsinya,
bisa jadi level mereka akan turun menjadi menengah atau bahkan ke bawah.

    Kemudian yang juga perlu diperhatikan, tidak tertutup kemungkinan tentang
komersialisasi nasyid oleh pihak bisnis yang mungkin tidak terlalu ambil pusing
dengan pembinaan dan tarbiyah Islam, atau bahkan mungkin nonmuslim. Promosi
mereka terhadap nasyid hanya karena faktor keuntungan materi saja. Seperti yang
mungkin kerap dikatakan dalam seminar bisnis islami, bahwa pihak top manajemen
televisi sebenarnya tidak terlalu pusing dengan jenis sinetron dan tayangan religi
di televisi. Yang penting laku dan mereka dapat untung. Atau seperti yang dikatakan
salah seorang dosen saya, bahwa salah satu rekannya, pengusaha percetakan
mushaf yang besar di Surabaya adalah seorang non muslim yang bahkan tidak bisa
baca script Arab. Dan dia kaya karena usahanya itu. So, how ’bout Nasyid?

    Maka, semoga Allah menjaga kita dari jurang-jurang neraka di dunia yang
terkadang licin dan tidak terasa. Jika memang nasyid itu boleh, maka seyogyanya
kita berhati-hati dalam memilahnya. Dan juga tidak membuat posisinya
mengalahkan Al-Qur’an. Kita lebih sering hafal dan terpengaruh dari apa yang
kita baca, dengar, dan hafalkan.

    Apa yang saya tulis ini hanyalah pendapat saya. Bisa benar, dan bisa salah.
Saya termasuk penikmat nasyid. Dan tulisan ini tentu tak luput dari
subjektivitas saya, meskipun saya berusaha meminimalisirnya. Semoga Allah melindungi
kita dari jurang-jurang halus neraka, dan dengan kasih sayang-Nya menyelamatkan
kita dari neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, dan penjaganya
adalah para malaikat sadis dan kejam yang tidak pernah melanggar perintah
Tuhannya.

 

JMMI ,11 Nopember 2005

M. Zia Ul Haq 

غرباء

July 15th, 2007 by neospezia

                                  غرباء

ليس الغرب هو الذي فارق الديار وودع الأهل، ولكن الغريب هو
الذي يَجِدُّ والناس من حوله يلعبون، ويصحو والناس من حوله ينامون، ويسلك درب
الخير والناس في ضلالهم يتخبطون، وصدق الشاعر إذ يقول:

 

غرباء  غرباء  غرباء غرباء

 

غرباء ولغير الّله لا نحني الجباه

  غرباء
وارتضينـاها شعـارا للحيـاة

ان تسل عنا فاءنا لا نبالي بالـطغاة

  نحن جند الّله
دوما دربنـا درب اللأباة

لن نبالي بالقيود بل سنمضي للخلود

فلنجـاهد ونناضـل ونقاتـل من جديد

غرباء هـكـذا الأحرار في دنـيا الـعـبـيـد

كـم تـذاكـرنـا زمـانـا يوم كـنـا سـعـداء

بـكـتـابالّله نحـفـظه صـبـاحـا ومـسـاء

 

غرباء  غرباء  غرباء غرباء

Ghuraba’a (Strangers) - Lyrics in English

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Ghurabaa` do not bow the foreheads to anyone besides Allah
Ghurabaa` have chosen this to be the motto of life

Ghurabaa` do not bow the foreheads to anyone besides Allah
Ghurabaa` have chosen this to be the motto of life

If you ask about us, then we do not care about the tyrants
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

If you ask about us, then we do not care about the tyrants
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

We never care about the chains, rather we’ll continue forever
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

So let us make jihad, and battle, and fight from the start
Ghurabaa`, this is how they are free in the enslaved world

So let us make jihad, and battle, and fight from the start
Ghurabaa`, this is how they are free in the enslaved world

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

How many times we remembered a time when we were happy
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

How many times we remembered a time when we were happy
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

Ghurabaa` do not bow the foreheads to anyone besides Allah
Ghurabaa` have chosen this to be the motto of life

Ghurabaa` do not bow the foreheads to anyone besides Allah
Ghurabaa` have chosen this to be the motto of life

If you ask about us, then we do not care about the tyrants
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

If you ask about us, then we do not care about the tyrants
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`
Ghurabaa`, ghurabaa`, ghurabaaa` ghurabaa`

 

wrong site

December 8th, 2006 by neospezia

 

خطـاء

 

للعودة للصفحة
الرئيسية اضغط هنا

 


http://neospezia.blogs.friendster.com/my_blog/

 

hehe….

 

Publish foto di internet?

December 6th, 2006 by neospezia

Bismillah..


Banyak orang dengan mudahnya memasang identitas mereka di internet. Apa
yang sebenarnya mereka lakukan adalah mengizinkan seluruh, ya, seluruh orang di
dunia untuk mengetahui identitas mereka, mulai dari nama, tempat tanggal lahir,
hal-hal favorit, dan lainnya.

Foto termasuk identitas yang sangat banyak disebar, terutama oleh kalangan
muda. Mulai dari channel persahabatan macam friendster, messenger, ataupun
melalui blog atau situs pribadi, atau kadang ada yang ikut situs komunitas
tertentu yang mengharuskan mereka memasang foto di internet, seperti situs
matrimonial (biro jodoh), komunitas hobi, dll.

Memasang foto dengan mudahnya di internet sebenarnya adalah hal yang sangat
rawan, sebaiknya sebisa mungkin dihindari, kecuali jika memang sangat
dibutuhkan. Setidaknya ada beberapa alasan untuk mempertimbangkan kembali untuk
memasang foto di internet, terutama untuk cewek.

Bahwa di dunia ini sangat banyak psikopat, atau orang-orang yang berfikir
di luar nalar atau di luar kebiasaan mereka. Orang yang dengan mudah memasang
foto di internet mungkin mengira bahwa kondisi baik-baik saja seperti di
lingkungan mereka. Namun ternyata di luar kondisinya sangat beragam. Jangan
lupa bahwa tidak semua orang bersikap seperti yang kita bayangkan. Kadang
memang ketika kita mempublish sesuatu di internet, kita berfikir bahwa
segalanya di luar tidak jauh berbeda dengan sekitar kita. Namun bagaimana kalau
seandainya jadinya lain?

Alhamdulillah, kita punya wajah ganteng atau cantik. Tapi rasanya kurang
bijak kalau untuk mengekspresikan nikmat Allah itu kita mempublish wajah kita di
depan umum.

Beberapa kalangan mungkin sengaja memasang foto mereka, katakanlah seperti
di FS, supaya orang lain yang mengenal mereka di darat mudah mengenali mereka.
Namun mungkin sebaiknya dipertimbangkan lagi untung ruginya. Rasanya juga
banyak cara lain untuk menjelaskan identitas kita kepada pengunjung properti
kita di dunia maya.

 Beberapa kekhawatiran tersebut misalnya, antara lain:

1) Ada orang yang maniak terhadap lawan jenis. Mungkin dia akan ngesave foto2
tersebut, dan kemudian menjadikan wallpaper yang berganti tiap hari, atau
diprint seukuran poster dan dipasang di kamar atau di ruang lain, apalagi jika
foto2nya dalam berbagai pose tertentu. Atau diprint ukuran 4×6 dan dimasukkan
dompet untuk kemudian dipromosikan kepada teman2nya sebagai pacar gelap atau
bekas pacar yang diputus gara2 tidak setia (hmm..pengalaman ya?).

2) Ada maniak atau psikopat yang mengincar seseorang tertentu (bisa jadi
mungkin anda) dengan obsesi buruk. Dia mengumpulkan sebanyak mungkin foto calon
korbannya sebelum melakukan aksi puncak. Yah, seperti di pilem2 lah (see: The Bodyguard).

3) Ada yang benci / kontra terhadap kalangan tertentu, dan kemudian menjadikan
foto2 yang berkaitan untuk menyerang kalangan tersebut. Seperti situs yang
memodifikasi foto cewek berjilbab menjadi foto porno, yang tujuannya jelas
menyerang Islam dan secara tidak langsung menelanjangi frame pembacanya
terhadap figur jilbaber. Situs-situs seperti ini benar telah ada (kok tahu? hmm..). Atau mungkin bawahan anda yang tidak suka terhadap
anda, kemudian mengedit foto anda dalam pose mesum dan kemudian menyebarkannya
di kalangan luas. Meskipun di kemudian hari terbukti bahwa itu tidak benar,
namun  frame anda dalam pose mesum sudah
terlanjur terbentuk di benak orang yang melihat, juga nilai anda di mata mereka
pun sudah terlanjur turun.

4) Ada mahasiswa jurusan Teknik Voodoo atau ilmu Santet yang memakai foto anda
untuk bereksperimen.

5) Ada orang yang masang fotonya bersanding dengan pasangan di pernikahannya (Hem, buat mas X, jangan tersinggung ya…tapi sampeyan emang bener kurang ajar kok). Bisa
jadi mungkin suatu kali ada jahil-man yang mengganti gambar wajah anda dengan dia, sehingga berkesan
bahwa dia yang bersanding dengan pasangan anda. Sangat menjengkelkan dan kurang
ajar.

6) Akhirnya…pertimbangkan sendiri lah. Toh anda juga sudah besar.

 Ada juga beberapa cewek berjilbab yang mempublish foto2 nya dalam kondisi
berjilbab dan foto2 lain tidak berjilbab di FS. Semua orang bisa melihatnya. Ada juga dari mereka yang bahkan pake jilbab lebar. Anak ini maunya gimana..? gak
konsisten.

 
Alasan kenapa saya sengaja tidak memasang foto saya di FS adalah:

Kedua, karena alasan2 saya di atas.

Pertama, karena wajah saya gak fotogenik, gak pede. Ada yang bilang bahwa
orang sengaja gak masang fotonya di FS karena wajahnya di bawah rata2. dalam
kasus saya, sedikit banyak ada benarnya :p

Teori (ato fakta ya?) Tentang Pacaran

December 1st, 2006 by neospezia

Salah satu teori tentang pacaran yang pernah ku dapat dari seorang teman adalah:

Teori pertama:
Pacaran adalah:
pertemuan antara cowok pengecut dengan cewek bodoh.

Si Cowok pengecut karena dia pengen enaknya aja, tapi:
1. G berani ngelamar
2. G berani jadi kepala rumah tangga
3. G berani menghadap calon mertua
4. G siap untuk punya anak
5. G berani melegalhalalkan hubungan mereka
6. G siap dipanggil "bapak"
7. G siap jadi suami, laki-laki yang hanya bisa main2 sama satu cewek saja
8. dll…
9. Puncaknya, kalo sampe terjadi hal yang diinginkan (halnya), tapi g diinginkan (akibatnya), si cowok berusaha menghindar dengan berbagai metode, ada yang lari sejauh2nya, ada yang lepas tangan dengan mengatakan "loh, mana ku tahu yang di perut kamu tuh benihku ato orang lain, bisa aja itu benih orang lain, mana ku tahu kamu tidur sama siapa aja.", ada yang nyuruh dan ngebantu aborsi, ato malah ada yang stress dan bunuh diri.

Si cewek bodoh karena:
1. Mau saja diajak pacaran sama cowok pengecut
2. Mau dipegang-pegang, dan diperlakuin aneh2 sama cowok pengecut
3. G siap momong bayi
4. Mau diajak berbuat aneh-aneh sama cowok pengecut
5. dll.
6. Puncaknya, kalo sampe terjadi hal yang diinginkan (halnya), tapi g diinginkan (akibatnya), si cewek cuman bisa nangis, takut keluar rumah, direndahkan sama tetangga dan keluarga, bikin orangtua stress, terguncang, dan bahkan mungkin gila, lari dari rumah dan menanti nasib dengan pasrah di suatu tempat terpencil, aborsi, ato bunuh diri…

Lawan dari pacaran adalah pernikahan (satunya illegal nan haram, satunya lagi legal halal formal)

Cowok pemberani dan cewek pintar adalah mereka yang menikah, dengan legal halal formal.

Teori kedua:
Cowok pengecut + cewek bodoh = anak pengecut nan bodoh
Cowok pemberani + cewek pintar = anak pemberani dan pintar

Teori ketiga:

Cowok pemberani mengatakan, "aku g mau pacaran, kita langsung nikah aja"
Cewek pintar mengatakan, "aku g mau pacaran, kalo kamu berani, langsung lamar aku. G ada jalan lain"

any comment?