الشَّجَرَةُ تُفَاحٌ وَ الطاِفْلُ
July 22nd, 2007 by neospeziaالشَّجَرَةُ
تُفَاحٌ
وَ الطاِفْلُ
Pohon Apel dan Anak Kecil
فِي قَدِيْمِ الزَّمَانِ … كَانَ هُنَاكَ شَجَرَةٌ تُفَاحٌ
ضَخْمَةً ..
Pada zaman dahulu ada sebuah pohon apel yang lebat
وَ كَانَ
هنُاَكَ طِفْلٌ صَغِيْرٌ يَلْعَبُ حَوْل َهَذِهِ الشَّجَرَةِ
كُلَّ يَوْمٍ ..
Seorang anak kecil sering bermain-main di sekitar pohon apel itu setiap
hari
كَانَ يَتَسَلَّقَ
أَغْصَانَ الشَّجَرَةِ وَيَأْكُلَ مِنْ ثَمَارِهَا, ثُمَّ يَغْفُو قَلِيْلاً
لِيَنَامِ فِي ظِلِّهَا ..
Dia suka memanjat dahan-dahan pohon itu dan
memakan buah-buahannya, kemudian beristirahat di bawah naungannya
كَانَ يُحِبَّ الشَّجَرَةََ وَكَانَتِ الشَّجَرَةُ تُحِبَّ
أَنْ تَلْعَبَ مَعَهُ ..
Anak itu sangat menyayangi pohon apel itu dan pohon apel itu senang
bermain-main dengan anak itu
مَرَّ
الزَّمَن… وكَبِرَ الطِّفْلُ…
Waktu berlalu…anak itu kini tumbuh menjadi seorang remaja
وَأَصْبَحَ
لاَ يَلْعَبُ حَوْلَ الشَّجَرَةِ كُلَّ يَوْمٍ…
Dan tiba-tiba dia tidak lagi bermain di sekitar pohon itu di setiap harinya
فِيْ يَوْمِ
مِنَ اْلأَيَّامِ … رَجَعَ الصَّبِيُ وَكَانَ حَزِيْنًا…!
Suatu hari,anak
itu datang dan dia merasa sangat sedih
فَقَالَتْ
لَهُ الشَّجَرَةُ: تَعَالْ وَالْعَبْ مَعِيْ …
Pohon apel itu berkata: Kemarilah dan bermain denganku
فَأَجَابَهَا الْوَلَدُ: لَمْ أَعد صَغِيرًا لِأَلْعَبَ
حَوْلِكَ…
Anak itu menjawab: Aku bukan anak kecil lagi yang bermain-main di sekitarmu
أَنَا أُرِيْدُ
بَعْضَ اللَّعْبَ وَأَحْتَاجُ بَعْضَ النُّقُوْدِ لِشِرَائِهَا…
Aku menginginkan beberapa mainan dan aku perlu uang untuk membelinya
فَأَجَابَتْهُ
الشَّجَرَةُ:
أَنَا لاَ يُوْجَدُ مَعِيَ نُقُوْدُ!!!
Pohon itu menjawab:Aku tidak punya uang
وَلَكِنْ
يُمْكِنُكَ أَنْ تَأْخُذَ كُلَّ التُّفَاحِ الَّذِيْ لَدَيَّ لِتَبِيْعَهُ ثُمَّ
تَحْصِلُ عَلَى
النُّقُوْدِ
الَّتِيْ تُرِيْدُهَا…
Akan tetapi kamu bisa mengambil seluruh pohon apel yang ada padaku untuk
dijual kemudian kamu dapat mendapatkan uang yang kamu inginkan..
اَلْوَلَدُ
كَانَ سَعِيْدًا لِلْغَايَةِ…
Anak itu sangat senang sekali…
فَتَسَلَّقَ
الشَّجَرَةَ وَجَمَعَ كُلَّ ثَمَار التُّفَاحِ الَّتِيْ عَلَيْهَا
وَغَادَرَ سَعِيْدًا …
Dia memanjat pohon itu dan mengumpulkan seluruh buah apel yang ada kemudian
meninggalkan pohon itu dengan senangnya..
لَمْ يَعُدْ
الْوَلَدُ بَعْدَهَا ..
Dia tidak pernah kembali lagi sesudahnya
فَأَصْبَحَتِ
الشَّجَرَةُ حَزِيْنَة …
Pohon itu kembali sedih…
وَذَاتَ
يَوْمٍ عَادَ الْوَلَدُ وَلَكِنَّهُ أَصْبَحَ رَجُلاً…!!!
Suatu hari anak itu kembali lagi dan kini dia menjadi seorang laki-laki
yang telah dewasa
كَانَتْ الشَّجَرَةُ فِي
مُنْتَهَى السَّعَادَةِ لِعَوْدَتِهِ وَقَالَتْ لَهُ: تَعَالْ وَالْعَبْ مَعِي…
Tak terhingga rasa sukacita pohon apel itu atas kembalinya sang anak, dan
dia berkata kepada pemuda itu: Kemarilah dan bermain denganku
وَلَكِنَّهُ
أَجَابَهَا: لاَ يُوْجَدُ وَقْتُ لَدَيَّ
لِلَعْبِ .. فَقَدْ أَصْبَحْتُ رَجُلاً مَسْؤُوْلاً عَنْ
عَائِلَةٍ…
Tetapi sang pemuda itu menjawab: Aku tidak punya waktu untuk
bermain-main..aku telah dewasa dan aku harus mengurus keluargaku
وَنَحْتَاجُ
لِبَيْتٍ يُؤْوِيْنًا…
Dan kami memerlukan sebuah rumah untuk tempat tinggal
هَلْ يُمْكِنُكَ
مُسَاعَدَتِيْ ؟
Dapatkah kamu menolongku?
آسِفَةْ!!!
Maafkan aku, jawab pohon apel..
فَأَنَا
لَيْسَ عِنْدِيْ بَيْتٌ وَلَكِنْ يُمْكِنُكَ أَنْ تَأْخُذَ جَمِيْعَ أَغْصَانِيْ لِتَبْنِي
بِهَا بَيْتاً
لَكَ…
Aku tidak punya rumah, tetapi kamu dapat mengambil seluruh dahanku dan
membangun rumahmu dengannya
فَأَخَذَ
الرَّجُلُ كُلَّ اْلأَغْصَانِ وَغَادَرَ وَهُوَ سَعِيْدٌ…
Maka laki-laki itu mengambil seluruh dahan pohon itu, kemudian
meninggalkannya dengan sukacita..
كَانَتِ الشَّجَرَةُ مَسْرُوْرَةً لِرُؤْيَتِهِ سَعِيْدًا
… لَكِنِ الرَّجُلُ لَمْ
يَعُدْ إِلَيْهَا ..
Pohon itu sangat bahagia melihat pemuda itu bahagia, namun sang pemuda tak
kunjung kembali lagi kepadanya
فَأَصْبَحَتِ
الشَّجَرَةُ وَحِيْدَةً وَ حَزِيْنَةً مَرَّةً أُخْرَى…
Pohon itu kembali sendirian dan sedih untuk kesekian kalinya
وَفِي يَوْمٍ
حَارٍ مِنْ اَيَّامِ الصَّيْفِ…
Suatu hari di musim panas..
عَادَ الرَّجُلُ .. وَكَانَتِ الشَّجَرَةُ فِيْ مُنْتَهَى
السَّعَادَةِ….
Laki-laki itu datang lagi, dan pohon apel itu sangat senang tak terhingga
فَقَالَتْ
لَهُ الشَّجَرَةُ: تَعَالْ وَالْعَبْ
مَعِيْ…
Pohon itu berkata kepada laki-laki itu: Kemarilah dan bermain denganku
فَقَالَ
لَهَا الرَّجُلُ لَقَدْ تَقَدَّمْتُ فِي السِّنّ… وَأُرِيْدُ أَنْ أَبْحَرَ لِأَيِّ
مَكَانَ
لِأَرْتَاح…
Laki-laki itu berkata: Usiaku sudah lanjut, dan aku perlu sebuah perahu
untuk berlayar ke suatu tempat untuk beristirahat
فَقَالَ
لَهَا الرَّجُلُ: هَلْ يُمْكِنُكَ إِعْطَائِيْ مَرْكَبًا…
Laki-laki itu berkata kepada pohon
apel: Apakah kamu dapat memberiku sebuah kendaraan untuk berlayar ?
فَأَجَابَتْهُ:
خُذْ جِذْعِيْ لِبِنَاءِ مَرْكَبْ… وَبَعْدَهَا يُمْكِنُكَ أَنْ
تَبْحَرَ بِهِ بَعِيْدًا …
وَتَكُوْنُ
سَعِيْدًا…
Pohon apel itu menjawab: Ambillah batang pohonku untuk membuat sebuah
kendaraan, dan kemudian kamu dapat berlayar jauh dengannya
فَقَطَعَ
الرَّجُلُ جِذُعَِ الشَّجَرَةِ وَصَنَعَ مَرْكَبًا!!!
Kemudian laki-laki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat sebuah
kendaraan…!!
فَسَافَرَ
مَبْحَرًا وَلَمْ يَعُدْ لِمُدَّةِ طَوِيْلَةً ……………………
Laki-laki itu kemudian berlayar dan tidak kembali lagi untuk waktu yang
sangat lama
أَخِيْرًا عَادَ الرَّجُلُ بَعْدَ غَيَابِ
طَوِيْلٍ ……..
Akhirnya, laki-laki itu kembali lagi setelah sekian lama pergi
وَلَكِنِ الشَّجَرَةُ قَالَتْ لَهُ : آسِفَةْ يَا بُنَيَّ
.. لَمْ يَعُدْ عِنْدِيْ أَيُّ شَئٍْ أَعْطِيْهِ لَكَ…
Tetapi pohon apel itu berkata kepadanya: Maafkan aku, anakku…tidak ada
yang tersisa padaku untuk dapat kuberikan kepadamu
وَقَالَتْ
لَهُ:لاَ يُوْجَدُ تُفَاحَ…
Pohon itu berkata meratap: Tidak ada lagi buah apel..
قَالَ لَهَا:
لاَ عَلَيْكَ لَمْ يَعُدْ عِنْدِيْ أَيُّ أَسْنَانِ لِأَقْضَمَهَا بِهَا…
Laki-laki itu berkata kepada pohon apel itu: Tidak apa-apa, aku sudah tidak
punya gigi untuk mengunyahnya..
لَمْ يَعُدْ
عِنْدِيْ جِذْعُ لِتَتَسَلَّقَهُ …
Tidak ada lagi batang pohon yang dapat kamu panjat..
فَأَجَابَهَا
الرَّجُلُ لَقَدْ أَصْبَحْتُ عَجُوْزًا وَلاَ أَسْتَطِيْعُ الْقِيَامَ بِذَلِكَ !!!
Laki-laki itu menjawab: Aku telah lemah dan tidak sanggup lagi melakukan
hal itu
قَالَتْ: أَنَا فَعْلاً
لاَ يُوْجَدُ لَدَيَّ مَا أَعْطِيْهِ لَكَ…
Pohon itu berkata: Sungguh, tidak ada lagi padaku yang dapat kuberikan
kepadamu…
قَالَتْ
وَهِيَ تَبْكَى .. كُلُّ مَا تَبْقَى لَدَيَّ
جُذُوْرٌ مَيْتَةٌ…
Pohon apel itu berkata lagi, dan dia menangis..: Yang tersisa padaku hanya
seonggok sisa akar yang telah membusuk…
فَأَجَابَهَا:
كُلُّ مَا أَحْتَاجُهَُ الْآنَ هُوَ مَكَانٌ لِأَسْتَرِيْحُ فِيْهِ…
Laki-laki itu menjawab: Yang kubutuhkan sekarang adalah tempat untuk
beristirahat…
فَأَنَا
متعب بَعْدَ كُلِّ
هَذِهِ
السِّنِيْنَ…
Aku sangat lelah dan capai setelah semua tahun-tahun yang telah berlalu
فَأَجَاَبَتْهُ:
جُذُوْرُ الشَّجَرَةِ الْعَجُوْزِ هِيَ أَنْسَبُ مَكَانِ لََكَ
لِلرَّاحَةِ…
Maka pohon itu menjawab: Sisa batang pohon yang telah lemah adalah tempat
terbaik untuk beristirahat..
تَعَالْ
.. تَعَالْ وَاجْلِسْ مَعِيْ لِتَسْتَرِيْحُ …
Kemarilah..kemarilah dan duduklah denganku untuk beristirahat
جَلَسَ
الرَّجُلُ إِلَيْهَا … كَانَتِ الشَّجَرَةُ
سَعِيْدَةً … تَبَسَّمَتْ والدُّمُوْعُ تَمْلَأُ
عَيْنَيْهَا…
Laki-laki itu duduk di sisa batang pohon yang telah mulai membusuk
itu…pohon itu sangat bahagia..dia tersenyum dan air mata memenuhi matanya…
هَلْ تَعْرِفُ
مَنْ هِيَ هَذِهِ الشَّجَرَةُ؟
Tahukah kamu siapa pohon itu?
إِنَّهَا
أَبَوَيْكَ!!!!!!!!!!!
Dialah
kedua orang tuamu..!!
Betapa banyak pengorbanan kedua orang tua kita
demi kebahagiaan hidup kita, meskipun itu harus mengorbankan segala apa yang
ada pada diri mereka. Kemudian, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya?
Seiring waktu, seringkali kita kemudian melupakan segala pengorbanan tersebut.
Ketika kita dewasa, seringkali bahkan urusan dan pekerjaan kita membuat kita
lupa kepada orang tua kita. Kadang kita hanya pulang hanya ketika kita
membutuhkan sesuatu dari mereka, atau sekedar rutinitas, atau mungkin hanya
ketika kita merasa kangen dengan mereka, yang itu mungkin sangat jarang sekali.
Fikirkanlah bahwa mereka juga merasa rindu dengan anak yang telah bersama
mereka sejak pertama kehadirannya di dunia.
Orang tua adalah salah satu kunci surga.
Rasulullah bersabda bahwa seseorang yang orang tuanya masih hidup, namun dia
tidak dapat meraih surga, adalah orang yang sangat rugi.
Jika saat ini kedua orang tua kita masih hidup,
maka inilah saat yang tepat untuk evaluasi bakti kita kepada mereka.
Kebahagiaan kita adalah kebahagiaan mereka, maka jadikan juga sebaliknya,
kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kita, maka ridha Allah insya Allah akan
terlimpah atas kita…
(setelah nulis ini, bener2 semakin ingin
pulang….)